Gambar diatas sangat cocok untuk orang yang suka menghina atau mengecak orang secara berlebihan sehingga orang yang menjadi korban merasa tidak terima. Mungkin sebagian orang ada yang memiliki tingkat kesabaran yang super, bahkan sampai orang orang yang menghinanya capek, berikut beberapa cara untuk mencegah lisan kita berkata atau mengutarakan yang dapat mengundang hal negatif
- Katakana hal hal yang tidak dapat menyakiti hati orang lain
- Jangan merepon perkataan orang lain yang sedang mengatakan kebohongan / tidak benar dengan kenyataan
- Jangan suka menyambung perkataan orang lain apabila ia sedang mengatakan untuk orang lain / gossip
- Jangan suka bercanda , terutama bercanda dengan memakai lisan
- Jangan suka membuat orang tertawa atas perkataan kita yang menilai kekurangan orang lain
- Jangan banyak bicara , berbicara se alakadar saja / sekedar keperluan
- Jangan suka berkecimpung dengan orag yang slalu mengatakan untuk orang lain / gossip
- Selalu berzikir di dalam hati , agar kita tidak banyak bicara
- Selalu menasehati orang lain jika terdapat kesalahan menurut syari’at
Sekian cara cara menjaga lisan agar tidak mengatakan perkataan yang dapat menjerumuskan diri kedalam lembah kebencian orang lain ( di benci oleh orang lain ) , sebenar nya masih banyak lagi, tapi Cuma ini saja yang dapat saya post kan untuk anda semua. Kesimpulan dari artikel di atas adalah Diam itu lebih baik dari pada banyak berbicara , karna sabda rasul ” DIAM ITU SEBAHAGIAN DARI PADA IMAN “ yang maksud nya dengan kita tidak banyak bicara , dosa secara otomtis akan berkurang , dan tanpa kita sadari keimanan kita semakin kuat
Efek dari banyak bicara sangat lah banyak , di antaranya
· Dengan banyak bicara kita dapat di nilai burk dengan orang lain
· Dengan banyak bicara kita dapat menikam di dalam jeruji besi
· Dengan banyak bicara kita dapat banyak musuh
· Dengan banyak bicara kita dapat membuat orang sakit hati
· Dan banyak lagi
Sebenarnya bukan tidak boleh berbicara , asalkan perkataan kita tidak menimbulkan efek efek seperti di atas silah kan berbicara. Selalu menanti komentarnya.
